Tugas
Pengganti UAS
Mata
Kuliah: Dasar-dasar Logika
(Estetika : Karya Seni Sebagai Wujud Estetika)

Oleh : Nia Andriani
NPM : D1D012006
Jurusan : Ilmu Administrasi Negara
Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
UNIVERSITAS
BENGKULU
2013
Kata Pengantar
Puji
syukur Penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Karena atas berkat rahmat
dan hidayahNyalah Penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang bertemakan Karya
Seni sebagai Wujud dari Estetika.
Rasa
terima kasih juga Penulis ucapkan kepada Bapak Suplahan Gumay, Drs, M.Hum
selaku dosen pembimbing mata kuliah Dasar-dasar Logika dan kepada teman-teman
yang telah mendukung dan memberikan masukan. Serta sumber-sumber yang telah
menjadi referensi hingga terselesaikannya makalah ini.
Penulis
memohon maaf apabila banyak kesalahan yang terdapat dalam makalah ini, karena
Penulis menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Penulis senantiasa
menerima kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak. Semoga makalah
ini dapat bermanfaat dikemudian hari.
Kamis, 10 Januari 2013
Penulis
i
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
………………………………………….…….. i
DAFTAR ISI
…………………………………………………… …….. ii
BAB I.
PENDAHULUAN
I.1.Latar Belakang ……………………………………… . 1
BAB II.
PEMBAHASAN
2.1.Pengertian……………………………………………… 2
2.2.Fungsi Seni dalam
Kehidupan Manusia.......................... 3
2.3.Contoh-contoh Karya
Seni........................................... ... 4
BAB
III. PENUTUP
3.1.Kesimpulan…………………………………………. 6
3.2.Saran………………………………………………… 6
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………… 7
ii
BAB ... I.
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Filsafat
dipandang sebagai cara berpikir, karena filsafat merupakan cara berpikir
mendalam tentang hakekat segala sesuatu. Unsur yang ada pada setiap makhluk
hidup, mempunyai daya tarik tersendiri, dan manusia memilikinya yaitu unsur
rasa, raga, jiwa, jiwa-raga, kehendak, kepercayaan dan kehidupan. Unsur
rasa melahirkan filsafat keindahan (estetika).
Estetika merupakan salah satu cabang filsafat yang
sangat dekat dengan kehidupan manusia. Terutama didalam kehidupan
kesehariannya, estetika terdapat dalam kegiatan yang dilakukan manusia secara
sadar maupun tidak. Benda atau barang yang digunakan dalam kehidupan
kesehariannya pun mengandung unsur-unsur estetika yang secara sadar maupun
tidak sadar diketahui oleh manusia yang bersangkutan.
Ada berbagai macam cara manusia dalam
mengekspresikan apa saja yang tengah ia rasakan. Salah satunya adalah dengan
berkarya atau menciptakan sesuatu yang dapat memuaskan rasa jenuhnya. Suatu
karya terkadang dapat tercipta secara spontan, sesuai dengan ide yang masuk
saat itu juga. Ada juga yang membutuhkan pemikiran yang panjang dan
direncanakan agar sesuai dengan keinginan si pembuat karya tersebut.
Hasil dari karya tersebut ada yang diharapkan dapat
bernilai lebih secara finansial, ada pula karya yang dibuat hanya sekedar memenuhi
keinginan si pembuat karya untuk mengeluarkan ide yang ada dalam pikirannya
itu. Begitu luasnya ligkup estetika hingga menjamah setiap bidang kehidupan
manusia. Mulai dari ide yang berasal dari dalam kepala manusia, hingga
berbentuk bangunan yang konkret dan besar.
Estetika seperti yang kita ketahui adalah penilaian
mengenai keindahan. Dan penilaian ini tidaklah sama menurut masing-masing
orang. Karena keindahan adalah berdasarkan mata yang melihatnya, serta dari
sudut pandang mana orang tersebut menilainya.
1
BAB ... II.
PEMBAHASAN
2.1.
Pengertian
Estetika (sthetics 忙 juga dieja atau estetika) adalah
cabang filsafat yang berhubungan dengan sifat keindahan, seni, dan rasa, dan
dengan penciptaan dan apresiasi terhadap keindahan. Hal ini lebih ilmiah
didefinisikan sebagai studi tentang sensor atau sensori nilai emosional,
kadang-kadang disebut penilaian terhadap sentimen dan rasa. Lebih luas lagi, sarjana
di lapangan mendefinisikan estetika sebagai "refleksi kritis pada seni,
budaya dan alam”. Estetika berkaitan dengan aksiologi, cabang filsafat, dan
erat terkait dengan filosofi seni. Studi Estetika merupakan cara-cara baru
dalam melihat dan mengamati dunia.
Estetika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani (aisthetikos, yang berarti "estetis, sensitif, makhluk"), yang pada gilirannya berasal dari (aisthanomai, yang berarti " Saya melihat, merasa, rasa "). Istilah" estetika "adalah disesuaikan dan diciptakan dengan makna baru dalam bentuk Jerman yaitu sthetik (ejaan : sthetik) oleh Alexander Baumgarten pada tahun 1735.
Estetika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani (aisthetikos, yang berarti "estetis, sensitif, makhluk"), yang pada gilirannya berasal dari (aisthanomai, yang berarti " Saya melihat, merasa, rasa "). Istilah" estetika "adalah disesuaikan dan diciptakan dengan makna baru dalam bentuk Jerman yaitu sthetik (ejaan : sthetik) oleh Alexander Baumgarten pada tahun 1735.
Sekitar 500-300 SM, pemikir dari zaman Yunani, seperti Socrates , Plato, Aristoteles,
Plotinus, dan St. Agustinus ( di Zaman kemudian ). Mereka membicarakan seni
dalam kaitannya dengan filsafat mereka tentang apa yang disebut Keindahan. Pembahasan tentang seni masih
dihubungkan dengan pembahasan tentang keindahan. Inilah sebabnya
pengetahuan ini disebut filsafat keindahan, termasuk di dalamnya keindahan alam
dan keindahan karya seni.
Estetika
dalam hubungannya dengan praktik kritik seni, sampai sejauh ini
estetika pun lebih cenderung diperlakukan oleh para kritikus sebagai
prinsip-prinsip normatif yang meregulasi apa dan bagaimana berkesenian, dengan standarisasi-standarisasi
atau semacamnya. Seorang kritikus membuat penilaian atas sebuah karya seni
dengan legitimasi paham-paham estetis tertentu. Artinya penilaian terhadap
karya seni tersebut dengan mempertimbangkan hal-hal lain yang mungkin
berhubungan dengan unsur-unsur seni lainnya.
2
2.2.Fungsi
Seni dalam Kehidupan Manusia
Seni itu
sendiri memiliki sifat-sifat sebagai:
1.
Hiasan (seni rupa murni)
adalah
karya seni rupa yang hanya sebagai pajangan yang dapat dinikmati keindahannya
dan mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan ekspresi
pribadi/untuk memenuhi kebutuhan rohani.
Contoh: seni murni :
- Lukisan
- Patung
- Graffiti
- Kaligrafi
Contoh: seni murni :
- Lukisan
- Patung
- Graffiti
- Kaligrafi
2.
Alat
(seni rupa terapan)
adalah karya seni rupa yang digunakan sebagai alat
pakai
Untuk memenuhi kebutuhan
praktis. Biasanya seni rupa terapan digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan
selalu terkait dengan ketentuan sebagai berikut :
- Dapat diproduksi
- Bersifat praktis
- Bentuk Menyesuaikan fungsi
- Menyesuaikan selera masyarakat.
- Dapat diproduksi
- Bersifat praktis
- Bentuk Menyesuaikan fungsi
- Menyesuaikan selera masyarakat.
Contoh seni terapan / pakai :
- Desain grafis
- Desain arsitektur
- Desain pakaian
- Desain produk
- Kriya kayu
- Kriya kulit
- Kriya bambu
- kriya rotan
- kriya logam
- Desain grafis
- Desain arsitektur
- Desain pakaian
- Desain produk
- Kriya kayu
- Kriya kulit
- Kriya bambu
- kriya rotan
- kriya logam
3
2.3.Contoh-contoh
Karya Seni
Ragam
Karya Seni Rupa Nusantara Masa Lampau, terdiri Dari
Ø Ragam karya
seni rupa 2 dimensi, yang meliputi :
Wayang Kulit
Bentuk : di olah dengan corak Dekoratif
Tema : kesatria jawa indonesia
Makna : pemimpin atau kestriya yang gagah berani
dan perkasa dan menggambarkan seni klasik daerah indonesia
Teknik : di gambar, di ukir dan di pahat
Bahan : kulit, zink white, dan prada ( warna emas )
Fungsi : sebagai benda hias atau hiburan
Ø ragam karya
seni rupa tiga dimensi, yang meliputi :
Seni hias keris
Tema : kesatriya dan kekuaadaan raja
Makna : pahat dan sisipan dari raja menjadi
tinatah
Teknik : di pahat, di ukir dan di bakar di dalah
tungku
Bahan : api, palu, emas, dan alumunium
Fungsi : untuk benda pakai dan benda hias
Bejana dan perunggu
Bentuk : bejana
Tema :
benda yang dipakai pada masa sebelum masehi
Makna : benda pakai yang indah dan menawan yang
berguna
Teknik : teknik setangkup, teknik a cire perdue,
Bahan : tanah liat, perunggu, api, cetakan dari
batu, kulit tiram
Fungsi : benda pakai
4
Ø Seni hias kaligrafi
Kaligrafi islam
Bentuk : ayat2 al-quran
Tema : keagamaan
Makna : menceritakan atau menggambarkan ayat2 suci
al-quran
Teknik : di tatah di atas logam atau di gambar dengan
tulis tangan
Bahan : logam, kulit, kertas, tinta
Fungsi : benda hiasan
2. Ragam karya Seni Rupa Nusantara Masa Baru, terdiri
dari :
a) Ragam karya seni rupa dua dimensi
Seni lukis
Bentuk : seorang kakak adik
Tema : persaudaraan
Makna : penderitaan rakyat kecil
Teknik : lukis menggunkan cat
minyak
Bahan : cat minyak, kayu, kuas
Fungsi : benda hias atau hiburan
seni kriya
anyaman
bentuk : tempat menaruh sesuatu
Tema : kegunaan bermanfaat
Teknik : anyaman
Bahan : rotan
Fungsi : meletakkan sesuatu
5
BAB III
KESIMPULAN
DAN SARAN
3.1.Kesimpulan
Kesimpulan
dari makalah yang bertemakan Karya Seni sebagai Wujud dari Estetika ini bahwa Estetika
sebagai salah satu cabang dalam Filsafat yang manfaatnya dapat kita nikmati
secara langsung maupun tidak langsung. Serta benda-benda yang kita anggap hanya
sebagai pemenuhan dalam tuntutan kebutuhan, juga mengandung unsur estetika
yaitu sebagai suatu karya yang merupakan buah hasil pemikiran manusia pembuat
karya tersebut. Sebagai makhluk yang dianugerahi kemampuan berpikir seharusnya
kita dapat memberdayakannya agar lebih optimal dan bersifat positif tentunya.
3.2.Saran
Saran
kepada para pembaca agar dapat mengenali karya-karya seni yang ada dalam
kehidupan kita serta memberdayakan dan melestarikannya, karena setiap benda
yang dipakai dalam kehidupan keseharian akan menjadi budaya suatu kelompok masyarakat.
Budaya bila tidak diinginkan atau dilupakan oleh suatu masyarakat tentunya akan
hilang.
Kesenian
dan karya-karya seni yang ada pada masyarakat Indonesia merupakan karya yang
tak ternilai harganya, dan membuktikan kekayaan kesenian dan budaya Indonesia.
Namun apa yang terjadi apabila semua hal ini tidak dapat diberdayakan oleh
masyarakat Indonesia? Tentunya lama kelamaan semua karya seni dan budaya itu
akan menghilang dengan sendirnya atau malah diklaim oleh bangsa lain. Oleh
karena itu partisipasi serta kesadaran dari setiap kalangan memiliki peranan
yang penting dalam membantu kelestarian kesenian yang ada di Indonesia.
6
DAFTAR PUSTAKA
7





