Sabtu, 07 Desember 2013

Karya Seni sebagai wujud Estetika



Tugas Pengganti UAS
  

Mata Kuliah: Dasar-dasar Logika
(Estetika         : Karya Seni Sebagai Wujud Estetika)


Oleh            : Nia Andriani
NPM           : D1D012006
Jurusan       : Ilmu Administrasi Negara



Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
UNIVERSITAS BENGKULU
2013


Kata Pengantar
Puji syukur Penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Karena atas berkat rahmat dan hidayahNyalah Penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang bertemakan Karya Seni sebagai Wujud dari Estetika.
Rasa terima kasih juga Penulis ucapkan kepada Bapak Suplahan Gumay, Drs, M.Hum selaku dosen pembimbing mata kuliah Dasar-dasar Logika dan kepada teman-teman yang telah mendukung dan memberikan masukan. Serta sumber-sumber yang telah menjadi referensi hingga terselesaikannya makalah ini.
Penulis memohon maaf apabila banyak kesalahan yang terdapat dalam makalah ini, karena Penulis menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Penulis senantiasa menerima kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dikemudian hari.


Kamis, 10 Januari 2013

Penulis






i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ………………………………………….……..                 i
DAFTAR ISI …………………………………………………… ……..                 ii
BAB      I. PENDAHULUAN
              I.1.Latar Belakang ………………………………………         .         1
             
BAB      II. PEMBAHASAN
                    2.1.Pengertian………………………………………………               2
                   2.2.Fungsi Seni dalam Kehidupan Manusia..........................  3
                   2.3.Contoh-contoh Karya Seni...........................................     ...       4
BAB III. PENUTUP
                   3.1.Kesimpulan………………………………………….                   6
                   3.2.Saran…………………………………………………                  6
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………                  7





ii

BAB  ... I. PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Filsafat dipandang sebagai cara berpikir, karena filsafat merupakan cara berpikir mendalam tentang hakekat segala sesuatu. Unsur yang ada pada setiap makhluk hidup, mempunyai daya tarik tersendiri, dan manusia memilikinya yaitu unsur rasa, raga, jiwa, jiwa-raga, kehendak, kepercayaan dan kehidupan. Unsur rasa  melahirkan filsafat keindahan (estetika).
Estetika merupakan salah satu cabang filsafat yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Terutama didalam kehidupan kesehariannya, estetika terdapat dalam kegiatan yang dilakukan manusia secara sadar maupun tidak. Benda atau barang yang digunakan dalam kehidupan kesehariannya pun mengandung unsur-unsur estetika yang secara sadar maupun tidak sadar diketahui oleh manusia yang bersangkutan.
Ada berbagai macam cara manusia dalam mengekspresikan apa saja yang tengah ia rasakan. Salah satunya adalah dengan berkarya atau menciptakan sesuatu yang dapat memuaskan rasa jenuhnya. Suatu karya terkadang dapat tercipta secara spontan, sesuai dengan ide yang masuk saat itu juga. Ada juga yang membutuhkan pemikiran yang panjang dan direncanakan agar sesuai dengan keinginan si pembuat karya tersebut.
Hasil dari karya tersebut ada yang diharapkan dapat bernilai lebih secara finansial, ada pula karya yang dibuat hanya sekedar memenuhi keinginan si pembuat karya untuk mengeluarkan ide yang ada dalam pikirannya itu. Begitu luasnya ligkup estetika hingga menjamah setiap bidang kehidupan manusia. Mulai dari ide yang berasal dari dalam kepala manusia, hingga berbentuk bangunan yang konkret dan besar.
Estetika seperti yang kita ketahui adalah penilaian mengenai keindahan. Dan penilaian ini tidaklah sama menurut masing-masing orang. Karena keindahan adalah berdasarkan mata yang melihatnya, serta dari sudut pandang mana orang tersebut menilainya.




1
BAB  ... II. PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
     Estetika (sthetics juga dieja atau estetika) adalah cabang filsafat yang berhubungan dengan sifat keindahan, seni, dan rasa, dan dengan penciptaan dan apresiasi terhadap keindahan. Hal ini lebih ilmiah didefinisikan sebagai studi tentang sensor atau sensori nilai emosional, kadang-kadang disebut penilaian terhadap sentimen dan rasa. Lebih luas lagi, sarjana di lapangan mendefinisikan estetika sebagai "refleksi kritis pada seni, budaya dan alam”. Estetika berkaitan dengan aksiologi, cabang filsafat, dan erat terkait dengan filosofi seni. Studi Estetika merupakan cara-cara baru dalam melihat dan mengamati dunia.
      Estetika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani (aisthetikos, yang berarti "estetis, sensitif, makhluk"), yang pada gilirannya berasal dari (aisthanomai, yang berarti " Saya melihat, merasa, rasa "). Istilah" estetika "adalah disesuaikan dan diciptakan dengan makna baru dalam bentuk Jerman yaitu sthetik (ejaan : sthetik) oleh Alexander Baumgarten pada tahun 1735.
Sekitar 500-300 SM, pemikir dari zaman Yunani, seperti Socrates , Plato, Aristoteles, Plotinus, dan St. Agustinus ( di Zaman kemudian ). Mereka membicarakan seni dalam kaitannya dengan filsafat mereka tentang apa yang disebut Keindahan. Pembahasan tentang seni masih dihubungkan dengan pembahasan tentang keindahan. Inilah sebabnya pengetahuan ini disebut filsafat keindahan, termasuk di dalamnya keindahan alam dan keindahan karya seni.
       Estetika dalam hubungannya dengan praktik kritik seni, sampai sejauh ini estetika pun lebih cenderung diperlakukan oleh para kritikus sebagai prinsip-prinsip normatif yang meregulasi apa dan bagaimana berkesenian, dengan standarisasi-standarisasi atau semacamnya. Seorang kritikus membuat penilaian atas sebuah karya seni dengan legitimasi paham-paham estetis tertentu. Artinya penilaian terhadap karya seni tersebut dengan mempertimbangkan hal-hal lain yang mungkin berhubungan dengan unsur-unsur seni lainnya.


2
2.2.Fungsi Seni dalam Kehidupan Manusia
Seni itu sendiri memiliki sifat-sifat sebagai:
1.   Hiasan (seni rupa murni)
           adalah karya seni rupa yang hanya sebagai pajangan yang dapat dinikmati keindahannya dan mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan ekspresi pribadi/untuk memenuhi kebutuhan rohani.
Contoh: seni murni :
- Lukisan
- Patung
- Graffiti
- Kaligrafi
2.   Alat (seni rupa terapan)
          adalah karya seni rupa yang digunakan sebagai alat pakai Untuk memenuhi kebutuhan praktis. Biasanya seni rupa terapan digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan selalu terkait dengan ketentuan sebagai berikut :
- Dapat diproduksi
- Bersifat praktis
- Bentuk Menyesuaikan fungsi
- Menyesuaikan selera masyarakat.
           Contoh seni terapan / pakai :
- Desain grafis
- Desain arsitektur
- Desain pakaian
- Desain produk
- Kriya kayu
- Kriya kulit
- Kriya bambu
- kriya rotan
- kriya logam

3
2.3.Contoh-contoh Karya Seni

Ragam Karya Seni Rupa Nusantara Masa Lampau, terdiri Dari

Ø Ragam karya seni rupa 2 dimensi, yang meliputi :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil_SKzHW7Hh6fpCr0PXfuoxXjLcbu7dH3SW_yS9wPd2kDDQfjHkZOliUX30QdqUgTcw-wc6qSyBAdG7MXzC4bN6IN8LiGaK27H6tRB5cFwbiveroBsycKeJDENCdFvtDyE2tPvvh0opbT_/s1600/wayang.jpg                 Seni hias wayang
Wayang Kulit

Bentuk   : di olah dengan corak Dekoratif
Tema      : kesatria jawa indonesia
Makna   : pemimpin atau kestriya yang gagah berani dan perkasa dan menggambarkan seni klasik daerah indonesia
Teknik   : di gambar, di ukir dan di pahat
Bahan    : kulit, zink white, dan prada ( warna emas )
Fungsi    : sebagai benda hias atau hiburan  
Ø ragam karya seni rupa tiga dimensi, yang meliputi :
           Seni hias keris
 Keris Nagasasrahttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj67FO7bU5RTiP0ZLrPzQqq_mWGKadqrfpHAMZfNMmkZwS99-Or7C1D3E7LCygU2O2C99T0qVJmJsSsPLy71L98GeBczbUJ9q0ZkUlTftPibQCBW8fQcIj3xVxmgVJ6qEiHon1pAV8zqg7d/s200/keris+nagasasra.jpg
Bentuk   : dengan bentuk kepala naga ( biasanya dengan bentuk mahkota raja yang beragam )
Tema      : kesatriya dan kekuaadaan raja
Makna    : pahat dan sisipan dari raja menjadi tinatah
Teknik    : di pahat, di ukir dan di bakar di dalah tungku
Bahan    : api, palu, emas, dan alumunium
Fungsi    : untuk benda pakai dan benda hias
Ø https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEge-5JiVTil6oywNih2rdNod-HqYxtkVKwJWUEjhdLlV1g-tLbT64Zb1Oro8BuiuErJ8NGthwvKdz90NelLnCuj4G5Q3YI7VTXrsBthCLJ5kxVO5dr759UtUI-9w-C1N_v_pJ9wqbgsoKY_/s320/bejana+dan+perunggu.jpgSeni hias bejana dari perunggu

     Bejana dan perunggu
Bentuk  : bejana
Tema                                       : benda yang dipakai pada masa sebelum masehi
Makna   : benda pakai yang indah dan menawan yang berguna
Teknik   : teknik setangkup, teknik a cire perdue,
Bahan    : tanah liat, perunggu, api, cetakan dari batu, kulit tiram
Fungsi   : benda pakai
4
Ø Seni hias kaligrafi

           Kaligrafi islam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbJhoXMiJhzkCEi6nEogQq7JCcFkbEWDt5H18vjH0xYnvXYLDAYTHO_9AvmTs0G_79ynfwNuvSbUfRGQVYrv9ot2nMbCY-4me2lTrmaPQdelFENEg1gAiXnGafhlJ2H42Kxx-WfGtcQrUx/s1600/Kaligrafi_20.png
Bentuk : ayat2 al-quran
Tema     : keagamaan
Makna   : menceritakan atau menggambarkan ayat2 suci al-quran
Teknik   : di tatah di atas logam atau di gambar dengan tulis tangan
Bahan    : logam, kulit, kertas, tinta
Fungsi   : benda hiasan

2. Ragam karya Seni Rupa Nusantara Masa Baru, terdiri dari :
a) Ragam karya seni rupa dua dimensi
           Seni lukis
                   Lukisan basuki abdullahhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisqn-aGFhFwGY5N1O971NARpMKekRixAcMzGcPl7j4HdvfYBIqHiS4fRbsNKVXtmOuLNC1LdxOEWdmhtBKjbs9bMVkbQiySRa4nA5TE14VHAfnx47kyeHuvHzjcomHT1LjL2kgKGw2h-9Z/s1600/lukisan+lagi.jpg
Bentuk   : seorang kakak adik
Tema      : persaudaraan
Makna   : penderitaan rakyat kecil
Teknik   : lukis menggunkan cat minyak
Bahan    : cat minyak, kayu, kuas
Fungsi    : benda hias atau hiburan




seni kriya

     anyaman
bentuk : tempat menaruh sesuatu
Tema : kegunaan bermanfaat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTKSBMN81DzdeHeQrVIyG8jwP-I-63Gry8xlzTzpoUApd-KBJ0g9GdSiMNgXw32QxUIa5oVjl6JSwQuUHIJL6Vguj1n8LcJ6fsQJf45-4_1xdZcncVjRiTAqFj2XBUitgKsWkMl0e4XHNM/s320/anyaman.jpgMakna : untuk menaruh barang yang mudah diletakkan
Teknik : anyaman
Bahan : rotan
Fungsi : meletakkan sesuatu




5
BAB III
                                      KESIMPULAN DAN SARAN
3.1.Kesimpulan
        Kesimpulan dari makalah yang bertemakan Karya Seni sebagai Wujud dari Estetika ini bahwa Estetika sebagai salah satu cabang dalam Filsafat yang manfaatnya dapat kita nikmati secara langsung maupun tidak langsung. Serta benda-benda yang kita anggap hanya sebagai pemenuhan dalam tuntutan kebutuhan, juga mengandung unsur estetika yaitu sebagai suatu karya yang merupakan buah hasil pemikiran manusia pembuat karya tersebut. Sebagai makhluk yang dianugerahi kemampuan berpikir seharusnya kita dapat memberdayakannya agar lebih optimal dan bersifat positif tentunya.
3.2.Saran
           Saran kepada para pembaca agar dapat mengenali karya-karya seni yang ada dalam kehidupan kita serta memberdayakan dan melestarikannya, karena setiap benda yang dipakai dalam kehidupan keseharian akan menjadi budaya suatu kelompok masyarakat. Budaya bila tidak diinginkan atau dilupakan oleh suatu masyarakat tentunya akan hilang.
           Kesenian dan karya-karya seni yang ada pada masyarakat Indonesia merupakan karya yang tak ternilai harganya, dan membuktikan kekayaan kesenian dan budaya Indonesia. Namun apa yang terjadi apabila semua hal ini tidak dapat diberdayakan oleh masyarakat Indonesia? Tentunya lama kelamaan semua karya seni dan budaya itu akan menghilang dengan sendirnya atau malah diklaim oleh bangsa lain. Oleh karena itu partisipasi serta kesadaran dari setiap kalangan memiliki peranan yang penting dalam membantu kelestarian kesenian yang ada di Indonesia.




6
DAFTAR PUSTAKA



















7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar